Pada tanggal 3 Maret 2010 Tim KK Teknik Sumberdaya Air (TSA) FTSL ITB dan Tim Pusat Mitigasi Bencana (PMB) ITB melakukan survei pendahuluan terkait dengan penanggulangan banjir di Kecamatan Baleendah, terutama wilayah Kelurahan Andir dan Kelurahan Baleendah. Banjir tertinggi terjadi pada tanggal 19 Februari 2010. Di Kel. Andir Air sudah surut, namun lumpur masih menumpuk di rumah-rumah warga. Di Dusun Cieunteung Kelurahan Baleendah, air masih menggenang.
Dari tinjauan lapangan, pada daerah rawan banjir ini perlu dilakukan upaya jangka panjang maupun jangka pendek, mengingat banjir sudah sering terjadi akibat dari penurunan kualitas daerah aliran sungai (DAS) Citarum. Pada umumnya lamanya waktu surut adalah akibat dari tersumbatnya saluran pembuang akibat lumpur-lumpur yang tersisa. Penanganan jangka pendek dapat dilakukan dengan pembangunan sistim tanggul dan pompa dengan luasan layanan tertentu, sehingga apabila ada satu tanggul jebol, masih dapat dilokalisir. Penanganan jangka panjang dilakukan dengan upaya pemulihan fungsi DAS dan pendidikan masyarakat.