Saya, istri dan anak saya erangkat dari rumah kami di Manglayang Regency Hari Sabtu, 27 Oktober 2008 (H-4) pukul 06.00. Kami mengendarai Karimun Estilo, yang pada tahun lalu juga diajak mudik. Pertama-tama kami menuju ke stasiun pengsisan bensin di jalan percobaan, Cileunyi. Setelah bensin penuh (35 liter) kami memulai perjalanan ke arah jalur selatan. Saat memasuki daerah Rancaekek, lalu lintas sudah mulai tersendat karena adanya pasar. Selanjutnya ada beberapa kali antrian menuju Nagrek. Ini pertama kalinya saya mengemudi melalui jalur selatan, tikungan-tikungan nya memang betul-betul tikungan. Setiap saya memutar kemudi, rasanya lama sekali hingga tikungan habis dan segera memutar roda kemudi kearah yang berlawanan. Kalau lengah dan keenakan menikung bisa-bisa telat memutar kemudinya, jadi harus 100% konsentrasi. Alhamdulillah tikungan demi tikungan telah terlewati. Setelah menempuh jarak 75 km, kami berhenti sejenak untuk melemaskan badan. Setelah ini perjalanan lancar sampai dengan daerah Gombong, di mana terjadi antrian karena melalui pusat-pusat kegiatan. Kami melakukan solat dhuhur dan asar jamak, sekitar pukul 13.00. Kami sampai di daerah Gombong sekitar pukul 15.00. Pada saat adzan maghrib,pukul 18.37, kami telah mencapai daerah Kutoarjo. Karena lalu lintas yang padat dan adanya antrian, kami baru sampai di kota tujuan, Klaten, pada pukul 21.30, dengan total jarak tempuh 412km, dan indikator bensin menunjukkan masih ada 1/4 tangki lagi. Saya bersama istri tetap puasa, dan alhamdulillah perjalanan dapat dilakukan dengan selamat, dan tidak ada halangan.
Tags: jalur selatan, mudik